You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Monta Baru
Logo Desa Monta Baru
Desa Monta Baru

Kec. Lambu, Kab. Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI DESA MONTA BARU SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI DESA MONTA BARU

Sejarah Singkat Desa Monta Baru

Administrator 02 April 2026 Dibaca 116 Kali
Sejarah Singkat Desa Monta Baru

Sejarah Desa Monta Baru

Desa Monta Baru merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa ini resmi berdiri pada tanggal 7 Februari 2012 sebagai hasil pemekaran dari Desa Kaleo. Pemekaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan desa serta mendekatkan pelayanan kepada masyarakat agar lebih cepat, tepat, dan merata.

Nama “Monta Baru” memiliki akar sejarah yang kuat dan tidak terlepas dari keberadaan Gunung Monta yang terletak di sekitar wilayah desa. Gunung Monta sendiri memiliki cerita tersendiri dalam ingatan kolektif masyarakat. Konon, pada masa lampau, kawasan tersebut pernah didiami oleh masyarakat Monta dalam yang dikenal sebagai pelaut tangguh. Mereka berlayar dari satu wilayah ke wilayah lain, hingga akhirnya singgah dan menetap di sekitar Gunung Monta.

Seiring berjalannya waktu, wilayah yang dahulu diyakini sebagai tempat persinggahan itu perlahan berubah menjadi daratan yang subur. Tanahnya yang kaya menjadikannya lahan pertanian yang produktif dan menjadi sumber kehidupan masyarakat hingga saat ini. Dari situlah nama Monta terus diwariskan, hingga akhirnya digunakan sebagai identitas Desa Monta Baru—sebuah “Monta” yang tumbuh dan berkembang dalam wajah baru.

Selain sejarah asal-usul nama, Desa Monta Baru juga kaya akan cerita rakyat yang sarat makna budaya, salah satunya adalah legenda Mangge Ampe, yang oleh sebagian masyarakat juga dikaitkan dengan pohon asam tua yang dianggap memiliki nilai mistis.

Dikisahkan pada suatu masa, terdapat seorang gadis yang tertidur lelap di atas balai bambu di teras rumahnya. Dalam keadaan sunyi, empat orang pemuda yang telah lama mengincarnya datang secara diam-diam dengan niat membawa gadis tersebut ke desa seberang. Gadis itu kemudian diangkat bersama balai bambu tempat ia tertidur, tanpa terbangun sedikit pun.

Namun, dalam perjalanan, sesuatu yang ganjil terjadi. Ketika mereka melewati sebuah pohon asam besar, balai bambu yang mereka pikul tiba-tiba tersangkut dan seolah tertahan oleh kekuatan tak kasat mata. Semakin mereka berusaha, semakin berat pula beban yang mereka rasakan. Hingga akhirnya, balai bambu itu tergantung di pohon asam tersebut, dan gadis itu pun terbangun.

Peristiwa itu membuat keempat pemuda tersebut ketakutan dan melarikan diri. Sementara itu, masyarakat meyakini bahwa kejadian tersebut bukanlah kebetulan, melainkan bentuk perlindungan alam terhadap gadis tersebut. Sejak saat itu, pohon asam tersebut dikenal sebagai bagian dari legenda Mangge Ampe, yang menjadi simbol penjaga moral dan pengingat akan batas-batas yang tidak boleh dilanggar.

Legenda ini mengandung nilai budaya yang kuat, mengajarkan tentang pentingnya menjaga kehormatan, menghormati sesama, serta hidup selaras dengan alam dan adat istiadat. Hingga kini, cerita tersebut masih hidup dan diceritakan secara turun-temurun sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Desa Monta Baru.

Dengan perpaduan antara sejarah asal-usul, kekayaan alam, dan legenda yang sarat makna, Desa Monta Baru tidak hanya menjadi wilayah administratif, tetapi juga ruang hidup yang menyimpan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang terus dijaga oleh masyarakatnya dari generasi ke generasi.

Mangge Ampe diyakini hanya memberikan manfaat kepada orang-orang yang berhati tulus, hidup rukun, dan menjaga hubungan baik dengan sesama serta alam. Sebaliknya, bagi mereka yang serakah atau memiliki niat buruk, buah tersebut konon tidak akan dapat dinikmati. Kisah ini menjadi simbol filosofi hidup masyarakat Monta Baru yang menjunjung tinggi kejujuran, kebersamaan, dan keseimbangan dengan alam.

Sentuhan budaya Monta Baru juga terlihat dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Tradisi gotong royong atau “karawi sama” masih menjadi bagian penting dalam berbagai kegiatan, mulai dari membangun rumah, mengolah lahan pertanian, hingga pelaksanaan acara adat dan keagamaan. Nilai kebersamaan ini memperkuat ikatan sosial antarwarga.

Di bidang seni dan budaya, kaum ibu di Desa Monta Baru turut melestarikan warisan leluhur melalui kerajinan tenun tradisional Bima (tembe nggoli). Motif-motif tenun yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mengandung makna filosofis yang mencerminkan identitas, status sosial, dan kearifan lokal masyarakat Bima.

Dalam perjalanan pemerintahan desa, Desa Monta Baru pertama kali dipimpin oleh Penjabat Kepala Desa Drs. M. Sidik. Kemudian dilanjutkan oleh kepala desa definitif pertama, Yasin Yahya, yang wafat saat menjalankan tugas dinas di Pemerintah Daerah Kabupaten Bima. Kepemimpinan selanjutnya diteruskan oleh Penjabat Kepala Desa Drs. Nasrullah, kemudian Syafruddin, hingga saat ini dipimpin oleh Didin Friansyah, S.Sos., M.M.Inov.

Mayoritas masyarakat Desa Monta Baru bermata pencaharian sebagai petani, dengan komoditas utama yang disesuaikan dengan kondisi alam setempat. Kehidupan agraris ini berpadu dengan nilai-nilai budaya yang kuat, menjadikan desa ini tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga tetap menjaga jati diri dan warisan leluhur.

Dengan perpaduan sejarah, legenda, dan tradisi yang masih terjaga, Desa Monta Baru menjadi gambaran desa yang tidak hanya tumbuh secara administratif, tetapi juga kaya akan nilai budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

 

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBD 2026 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 0,00 Rp 865.158.641,00
0%
Belanja
Rp 0,00 Rp 865.158.641,00
0%

APBD 2026 Pendapatan

Lain-Lain Pendapatan Asli Desa
Rp 0,00 Rp 20.935.000,00
0%
Dana Desa
Rp 0,00 Rp 308.788.000,00
0%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 0,00 Rp 29.072.789,00
0%
Alokasi Dana Desa
Rp 0,00 Rp 505.862.852,00
0%
Bunga Bank
Rp 0,00 Rp 500.000,00
0%

APBD 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 0,00 Rp 614.692.785,00
0%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 0,00 Rp 149.308.286,00
0%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 0,00 Rp 85.630.000,00
0%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 0,00 Rp 4.727.570,00
0%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 0,00 Rp 10.800.000,00
0%